tulisan/3 Mar 2025

Apakah Tim Kita Sudah Benar-Benar Agile?

product-managementagile

Dulu, saya sempat bingung: indikator tim saya udah Agile itu apa?

Apakah cukup dengan implement Scrum?

Apakah cukup jalani ceremony seperti standup tiap hari, planning dan review dua minggu sekali, serta retro ketika dibutuhkan?

Atau ada hal lain yang lebih mendasar?

Sampai sekitar dua tahun lalu, saya gabung di Taaruf Lalu Nikah (TLN) yang diinisiasi sama Mas Brian Arfi Faridhi πŸš€.

Mas Brian selalu ngingetin:

✨Tim harus punya kebiasaan release yang konsisten.✨

Pernyataan itu terus nempel di saya dan selalu saya coba implement di pekerjaan ataupun di side project lainnya.

Jadi, Apa Indikator Agile yang Paling Konkret? πŸ€”

Jawabannya bukan sekadar implement framework agile, tapi seberapa sering release dan tidak menunda-nunda ngasih value untuk user.

βœ… Agile = Learning Faster
Semakin sering kita release, semakin cepat kita mendapatkan feedback dari user. Kalau ada issue, bisa segera diperbaiki.

βœ… Menghindari Release "Gelondongan" yang Berisiko
Ketimbang menunggu release besar (gelondongan) yang biasanya penuh kejutan, lebih baik pecah jadi iterasi kecil yang lebih mudah dikontrol.

βœ… Tidak Menunda Value untuk User
Kalau ada perbaikan atau improvement yang sudah siap, kenapa harus ditunda? Semakin lama ditahan, semakin lama user tidak mendapatkan manfaatnya.

Apa yang Bisa Membantu Supaya Tim Rajin Release? πŸ“

πŸ”Ή Testing yang Kuat β†’ Perlu backlog yang detail, engineer dengan QA mindset, dan QA yang teliti pas ngetest.

πŸ”Ή Prioritas yang Jelas β†’ Fokus pada improvement yang berdampak ke user.

πŸ”Ή Feature Flagging β†’ Bantu banget buat rilis fitur bertahap ataupun kalo ada bug yang perlu dihide wkwk.

Jadi, kalau tim kamu masih sering menunda release atau lebih sibuk di ceremony tanpa sering deliver sesuatu ke user, mungkin masih ada yang perlu diperbaiki agar lebih Agile.

Gimana dengan tim kalian? Apakah sudah release secara konsisten?
Share di komentar ya! πŸ‘‡πŸ˜ƒ

Pertama kali terbit di Medium